Musik Qawali dan Ekspresi Cinta Ilahi
| Ilustrasi Gambar |
Hakikatnya, seni mengajarkan nilai-nilai cinta universal. Tak heran, bila para sufi mengekspresi kan makna cinta kepada Ilahi lewat seni.
Banyak cara mendekatkan diri kepada Sang Rabb. Salah satunya lewat wadah kesenian. Sebab, seni merupakan ekspresi cinta universal Itulah sebabnya, di Pakistan dan India terdapat sebuah kesenian tradisional yang merupakan peninggalan kaum sufi. Namanya musik Qawali.
Menurut sumber, tradisi berkesenian ini berasal dari seseorang dari masa lalu yang dihormati sebagai sufi di India. Namanya Amir Khusro Dehelvi. Amir menulis ayat ayat untuk Qawali dan menyusun penafsiran musik yang masih sangat populer sampai hari ini.
Meski berkembang di India, namun, akar seni Qawali berasal dan Persia-India dan Afghanistan sekarang pada abad ke-8 di mana bentuk-bentuk awalnya dilakukan sebagai bagian dari ritual "sema" sufi. Sema adalah sebuah ritual penting dalam doa dan meditasi umum untuk semua sekolah sufi.
Ritual ini dilakukan dalam berbagai cara berputar-putar, bernyanyi dan ber main musik atau instrumen musik khusus seperti "ney" (buluh seruling). Semuanya merupakan bagian dari upaya sufi untuk mencari, menempa, dan berhubungan langsung dengan Ilahi, serta mencapal keadaan ekstase spiritual.
Qawali adalah salah satu media dari pencarian cinta para sufi. Penekanannya adalah pada ayat-ayat dan makna-makna yang tersembunyi, bukan hanya dari sen musiknya. Ekstasi spiritual, demikian ja disebut Musik ini punya daya hipnotis yang luar biasa. Pendengar bisa tanpa sadar menggeleng-gelengkan kepala tanpa hent ketika semakan larut dalam kedahsyatannya.
Pada abad ke-13. Amir Khum Debeli worang mat dari tarekat Chuathi, memben Qawali dengan menggabungkan akar Peria dan dialek India dalam tradisi musik. Kini, jenis musik ini tidak hanya bagi mereka yang minat pada tarekat Chruthi lebih meluas lagi. Munke Qawali tidak hanya digemari para pengikut tarekat, tapi juga disukai oleh orang-orang umum.
Hari ini ada banyak pecinta Qawali di seluruh dunia dan popularitasnya yang terus bertambah Se muanya tumbuh dan berkembang dengan pesan pentingnya, yaitu toleransi universal, cin ta dan inklusif Pesan ini terkandung dalam liriknya, yang menarik minat orang-orang di seluruh dunia Tidak hanya di Pakistan dan India.
Memuja Sang Rabb
Lagu-lagu Qawali berisikan pemujaan kepada Ilahi Kata-katanya merasuk sukma Tak jarang para pendengarnya bisa terhip notis dan terasuki kebahagiaan yang tiada tara mendengar keagungan dan kebesaran asma Allah Musik ini dibawakan secara berkelompok, diiringi dua harmonium, instrumen musik ritme dan selain itu ada permainan tepuk tangan yang mengiringi irama sambil bernyanyi.
Para pemain duduk bersila. Sesekali seorang pria berkeliling di tengah bari an menonton, membawa tabung seperti tabung pestisida di punggungnya, menyem protkan wewangian ke tengah parah pe nonton Aroma semerbak bunga mawar membawa kesegaran mengiringi lantunan musik tradisional.
Bemua pemusik Qawali adalah kaum laki laki Dalam tradisi muslim Pakatan wanita terhormat tidak matryanys di hadapan pria Dalam pementasannya para pe munk duduk bersila di panggung berjajar dalam dua baris.
Di bara depan, di hadapan mikrofon ada penyanyi utama dan pemain harmo nium-alat musik semacam organ kecil yang musiknya berasal dari pipa udara yang mengembang dan mengempis seperti akordion. Di barisan belakang juga duduk bersila, adalah penyanyi pengiring yang bertepuk tangan Tepuk tangan, bersama tetabuhan kendang, adalah bagian penting dalam sajian musik Qawali.
Syair Qawali berini membangkitkan ke cintaan pada Sang Rabb. terkadang melantun panjang membutuhkan kekuatan pita suara yang luar biasa, terkadang rancak, cepat, dinamis dengan iringan tepuk tangan serempak Setiap pergelaran kesenian ini membawa kesan tersendiri bagi penonton dan para pencintanya. Tapi sayangnya untuk di Indonesia, kayaknya, masih belum tam pak ada senaman yang menampilkan jenis musik ini Entah, nanti.