Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Faedah Istinja Bagi Kesehatan

Ilustrasi Gambar

"Wabah typus itu seketika berhenti. Sejak itu, orang-orang di kota itu menyadari nilai penting istinja dengan air."

Islam menjunjung tinggi kesucian. Tidak salah, kalau setiap muslim yang hendak menunaikan shalat di tuntut dalam keadaan suci. Semisal, setelah buang air besar atau kecil, diperintahkan beristinja' dengan air; jika dalam. keadaan junub diwajibkan untuk mandi besar terlebih dulu, kemudian mengambil air wudhu dan shalat. Di balik perintah itu tentunya ada manfaat yang sangat besar. Dalam istilah syariat, penyucian dua lubang setelah kencing dan buang hajat itu disebut dengan istinja.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda, "Sucikanlah diri kalian dari air kencing karena kebanyakan azab kubur disebabkan olehnya." (HR. al-Daruquthni). Rupanya, apa yang diperintahkan Rasulullah itu tidak sekadar membebaskan setiap mus lim dari azab kubur, tetapi lebih jauh dari itu memiliki nilai penting bagi kesehatan.

Dalam ilmu kedokteran modern, seperti dijelaskan oleh Dr. Jamal Elzaky dalam Induk Mukjizat Kesehatan Ibadah, ditegaskan bahwa membersihkan area anus dan dubur itu memiliki faedah bagi kesehatan. Sebab area tersebut paling rentan dihuni kuman, bakteri dan mikroba terlebih bagi orang yang sakit, seperti kencing manis yang banyak mengeluarkan gula ketika kencing. Jika tidak dibersihkan dengan benar, sisa sisa gula yang melekat pada anus mengundang mikroba dan bakteri bersarang serta berkembang biak. Akibatnya, si penderita terserang berbagai penyakit. Lebih jauh lagi, penyakit itu akan menulari orang-orang di sekitar-baik kepada pasangan saat ber hubungan badan maupun kepada anggota keluarga lainnya.

Istinja dengan Air 


Untuk menjaga kesehatan ketika ber istinja, Islam menganjurkan umatnya mem bersihkan anus dan dubur dengan tangan kiri. Sebab tangan kanan memiliki fungsi untuk makan dan harus dijaga tetap bersih serta bebas dari kuman. Dalam masalah yang satu ini. Ialam menjelaskan dengan detail yang konon tak ditemukan dalam agama ataupun budaya lain.

Dalam istinja, Rasulullah menganjurkan menggunakan air, tidak dengan tissue atau barang lain. Sebab, di balik anjuran itu, ada unsur kesehatan yang ingin dijaga Nabi. Ada fakta menarik tentang nilai penting istinja bagi kesehatan yang pernah terjadi di Inggris, di kota Bundee. Pada tahun 1963, di kota itu ada wabah typus yang menyerang cepat dan ganan. Tak sedikit korban jatuh akibat wabah itu.

Setelah mendapat anjuran tim dokter, penduduk kota itu sepakat menyebarkan maklumat agar tak menggunakan tissue ketika habis buang hajat, tapi menggunakan air. Hal itu tidak lain untuk menghentikan wabah typus. Setelah warga di kota itu menaati anjuran tersebut, hasilnya mencen gangkan Wabah typus itu seketika berhenti. Sejak itu, orang-orang di kota itu menyadari nilai penting istinja' dengan air.
Wallahu'alam bisshawab.