Latihan untuk Memaafkan
"Memaafkan orang lain membuat kita tenang dan bahagia, namun jika anda memaafkan diri sendiri anda jauh lebih bahagia"
Indahnya Memaafkan
Suatu hari di Surabaya, ada seorang teman bercerita tentang kisah hidupnya, tentang sebuah latihan memaknai hidup, yaitu kebahagiaan Teman saya tidak bisa tidur cepat, meski ia sudah ada di atas tempat tidur dari pukul 9 malam, namun ia baru tidur ketika jam menunjukan pukul 5 pagi Kebiasaan yang salah ini terus menerus bahkan menjadi momok yang melelahkan dirinya. Ia akhirnya menjadi kurang seman gat di kantor dan mudah mengantuk la mendatangi beberapa ahli di bidang ini Pertama, ia bertanya kepada seorang guru dan diminta melakukan olahraga. seperti bulutangkis dan sebagainya selesai pulang kerja, maka ia pun mengikuti saran sang ahli. Namun meski selesai kerja, ia tetap berlatih bulu tangkis, dan ia tetap saja tidak bisa tidur ketika ada petugas ronda malam memukul tiang listrik sebanyak lima kali, yang berarti sudah pukul 05.00 pagi. la merasa tidak cocok dengan nasehat ahli yang mengatakan untuk tidur cepat harus dengan tubuh yang letih dahulu Sekarang la akan mengikuti nasehat yang berbeda. yaitu untuk bisa tertidur cepat, salah satu caranya adalah dengan minum susu sebe lum tidur yang banyak Maka cara ini pun ia lakukan. Namun, apa yang terjadi? Justru ia selalu ke toilet setiap jamnya Masalah teman ini semakin di ujung tanduk ketuka akhirnya ia mendapat saran dari salah satu gurunya untuk mandi di 7 sumur Saran ini ia tidak lakukan karena tidak masuk akal. Suatu hari teman saya mengikuti training The ZAwareness di Surabaya Dia mendapatkan kalimat yang membuat hidupnya berubah "Maafkan & Lupakan". Awalnya teman saya membela din dan mengatakan bahwa ia tidak memiliki musuh dan tidak punya dendam, namun saya tetap mengatakan. "Malam ini pulanglah dan susun daftar nama orang-orang yang mungkin mengecewakan atau menyakit kata dan maafkanlah mereka" Sesampainya di rumah, ia mulai menyusun daftar namanya dan yang pertama sekali ia tulis adalah orang-orang yang sering bersamanya setiap hari, seperti istri, anak anak, orangtua, teman satu kantor dan sebagainya la pun memulai memaafkan satu persatu mereka semua. Dalam ingatannya, terkadang ia marah kepada anak yang paling kecil karena ketika disuruh salat Shubuh sulit bangun, terkadang ia juga kecewa dengan istrinya yang bekerja lebih lama waktunya hingga ketika ia pulang ke rumah, istrinya belum pulang. Dan masih banyak lagi kisah yang muncul pada saat ia melakukan renungan.
Yang luar biasa adalah ketika ia lakukan latihan ini selama tidak sampai satu minggu. la bisa tidur setiap saat dan dimana saja Ketika ia ada di ranjang pukul 21.00 malam, maka ia pun langsung tertidur. Apa yang dialami oleh teman saya menjadi pelajaran bagi kita tentang kekuatan memaafkan.
• Stress Surrender
Kalah dan menyerah pada stress masalah yang kompleks membuatnya men jadi pribadi yang kalah dalam per juangan hidup. Ini disebabkan oleh masalah yang sangat menumpuk namun tidak diselesaikan dengan cepat. Tinggal di Ibukota memilik tekanan lebih banyak daripada ting gal di pedesaan. Oleh karenanya untuk masyarakat kota harus lebih banyak menemukan cara-cara ba ru untuk menemukan seni hidup bahagia dan sejahtera. Di Negara negara maju yang serba canggih justru mereka yang paling banyak melakukan bunuh diri, karena mereka sudah terjebak dalam kon disi manusia-manusia "Hollow Man" manusia hampa Mereka memiliki semua materi, namun mereka ham pa karena tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
• Memori Penuh dengan Ketakutan
Dalam otak kita dapat banyak memori yang mem buat kita memiliki banyak persepsi dalam hidup ini. Bayangkan jika kita memiliki memori lebih banyak takutnya daripada keyakinan, maka kita akan menjadi pribadi yang hanya jalan di tempat Ketakutan ketakutan muncul sering kepada kita karena apa yang kita lihat dan rasa. Mereka yang membiarkan di rinya tidak mau memaafkan karena memilih dikuasai oleh katakutan yang terstruktur.
• Trauma Tragis
Pengalaman traumatis membuat kita lebih terte kan lama dalam kehidupan kita yang sebenarnya. Seorang yang trauma akan lebih lama lagi untuk pulih jika ia tidak dibantu untuk mengatasinya. Trauma di masa lalu membuat kita akhirnya menjadi pribadi yang agresif (keras) sebagai bentuk per lawanan ke dalam diri. Sebaliknya juga bisa menjadi pribadi yang tertutup dan mudah tersinggung.
• Membiarkan Diri Memiliki Dendam
Seperti ikatan yang mengikat seekor gajah lampung, maka dendam adalah ikatan yang menyulitkan kita bergerak cepat la memaksa kita berheti di titik terlernah dari diri kita. Sayang sekali jika kita terjatuh dalam kele mahan dendam yang permanen. Pada saat kita dendam, maka syaraf dalam otak kita bekerja lebih keras lagi, sementara pada saat kita ter bebas dari rasa dendam, justru kita akan jauh lebih maksimal dalam menguasai kehidupan kita sendiri.
• Melakukan Kesalahan yang Berulang-ulang
Banyak dari kita terkadang tidak melakukan kesalahan baru, terkadang kita hanya melakukan kes alahan lama namun diulang-ulang terus. Sulitnya kita memaafkan orang lain adalah ketika ia sering melakukan kesalahan yang sama namun diulang-ulang.