Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keutamaan Bulan Rajab ? Inilah 6 Keistimewaan Puasa Bulan Rajab

 


Menurut perhitungan kalender Hijriah, bulan Rajab jatuh pada hari ini, Sabtu (2/2/2022) dan akan berakhir pada tanggal maret 03 2022


Puasa di bulan Rajab hukumnya adalah sunnah, sama seperti pada bulan mulia lainnya.

Puasa selama 8 hari akan membuka 8 pintu surga dan apabila puasa selama 7 hari pada bulan Rajab akan menutup pintu neraka.

Apa itu Bulan Rajab?

Bulan Rajab merupakan salah satu Asyurul Hurum (Bulan Mulia)

Puasa dalam bulan Rajab sebagaimana bulan mulia lain hukumnya adalah sunnah.

Diriwayatkan dari mujibah al-Bahiliyah, Rasullah SAW bersabda
"Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia).
(HR.Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Bulan Rajab termasuk bulan yang dimuliakan selain Dzulqqidah, Dzulhijjah dan Muharram.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan dan rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut.

Inilah 6 Keistimewaan Puasa di Bulan Rajab :

1. Melaksanakan puasa sebulan.

Rasulullah SAW bersabda “ Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu neraka jahanam. Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga . Dan apabila puasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya.” HR.At-Thabrani.

2. Apabila puasa selama 8 hari pada bulan Rajab akan membuka 8 pintu surga untuknya

3. Apabila puasa selama 7 hari pada bulan Rajab maka akan menutup pintu neraka baginya

4. Apabila puasa selama 10 hari pada bulan Rajab maka akan menghapus dosa dosanya dan diganti 
dengan kebaikan 

5. Apabila puasa sehari pada bulan Rajab maka akan mendapatkan air susu yang berasal dari sungai Rajab di surga. Rasanya manis melebihi madu

6. Mencatat amalnya selama 60 bulan.

Rasulullah SAW bersabda, barang siapa puasa pada tanggal 27 Rajab, Allah mencatatnya sebagaimana orang yang puasa selama 60 bulan.” Abu Hurairah.
Wallahu'alam bisshawab.